Sekarang Tersedia Member Card “Rahmat” Museum & Gallery

Buruan jadi member rahmat gallery. Dengan membayar Rp 420.000, bisa masuk rahmat gallery selama setahun, dan mendapatkan souvenir berupa T-shirt dan blocknote menarik, trus bagi rekan, keluarga pemegang member card rahmat gallery mendapatkan discount 20% masuk ke rahmat gallery lohhh… Jadi burruuuaaannn….Ajak saudara, kerabat untuk jadi member rahmat gallery.

“Rahmat” Museum & Gallery Raih Standarisasi Museum Type A

 


“Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery mendapat standarisasi museum Type A dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia.

Hal ini membuktikan jika museum yang terletak di Jalan S Parman, Medan ini merupakan yang terbaik. Baik dari sisi fasilitas, standar hingga koleksi yang telah diakui pemerintah.

Manager Nelly R, SS mengatakan, “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery merupakan satu-satunya museum di dunia yang memiliki koleksi lebih kurang 2.600 spesies berasal dari berbagai negara mulai dari yg  kecil hingga yang terbesar.

“Karena itu “Rahmat” Gallery ini berhasil melaksanakan fungsinya dan tetap konsisten sebagai sarana pendidikan yang mengenalkan berbagai keanekaragaman satwa dari seluruh dunia kepada pelajar maupun masyarakat. Di samping merupakan destinasi wisata yang terbaik di Sumut khususnya Kota Medan,” tutur Nelly, Rabu (7/11).

Selain beraneka ragam satwa, “Rahmat” Gallery juga menyajikan koleksi memoribilia dari maestro dan tokoh-tokoh legenda dunia, baik dari dunia musik, olahraga, maupun dunia hiburan yang dapat menambah wawasan sekaligus motivasi untuk berkarya dan berprestasi.

Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada DR H Rahmat Shah sebagai founder dari “Rahmat” Gallery yang konsern terhadap perbaikan dan pengembangan museum.

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2018/11/09/363357/rahmat_gallery_raih_standarisasi_museum_type_a/

Membagikan Sembako kepada kaum Dhuafa

Paket bantuan ini merupakan hasil penjualan tiket, zakat dan sedekah dari Bapak DR H Rahmat Shah sebagai pemilik Rahmat Gallery setiap menyambut ramadan dan idul fitri. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang sedang melaksanakan ibadah ramadan dan akan merayakan Idulfitri. kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda tahunan sebagai ajang berbagi dengan warga sekitar.

Perayaan Enam Tahun Monumen Keadilan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan bahwa peran tokoh masyarakat seperti Rahmat Shah merupakan satu inspirasi bagi banyak orang untuk bekerja keras dan ikhlas. Karenanya kiprah penggiat satwa dan penggiat keadilan itu diharapkan dapat ditiru generasi muda.

Hal ini disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan peringatan 6 tahun berdirinya Monumen Nasional Keadilan dan Syukuran HUT ke-18 Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di Legend Hall Rahmat Galeri Jalan S.Parman Medan, Minggu (14/05/2017).

Hadir juga disitu Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, Tuan Guru Besilam Syekh Hasyim Al Syarwani, Wakil Ketua DPD RI Prof Darmayanti, Perwakilan Konjen Turki, anggota DPRD Medan, Ketua PWI Sumut dan sejumlah tokoh dan undangan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyebutkan bahwa Monumen Nasional Keadilan yang didirikan Rahmat Shah adalah simbol refleksi atas pendiriannya. Di mana pada 19 Maret 2011 lalu, menara berbentuk tangan yang berdiri di depan Museum Rahmat Galeri itu, dibangun atas dasar nurani melihat banyaknya ketidakadilan, merajalelanya kezaliman, tertindasnya si miskin. Sehingga menurutnya, sebagai anak bangsa, harus berdiri di depan memperjuangkan keadilan.

“Beliau ini (Rahmat Shah) adalah seorang penggiat keadilan yang ditunjukkan dengan membangun monumen nasional keadilan. Ini sebuah kepedulian yang patut mendapat apresiasi kita semua,” ujar Gubernur.

Semangat dan spirit tersebut kata Gubernur, harus dilekatkan pada monumen itu agar tidak sekedar menjadi bangunan simbolis semata. Sehingga dengan peringatan enam tahun berdirinya, dirinya berharap seluruh elemen memiliki komitmen yang sama dan bersatu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan serta nilai-nilai didalamnya dapat diserukan ke seluruh penjuru Nusantara.

“Mari kita sama-sama berbuat yang terbaik bagi kemajuan bangsa ini. Apalagi saat ini, intoleransi menjadi satu ancaman bagi persatuan kita. Sudah saatnya kita mengedepankan kebersamaan,” sebutnya.

Selain itu, Erry juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan Rahmat Galeri yang kini sudah berusia 18 tahun sejak didirikan. Sebagai satu dari 21 museum yang ada di Sumut, dirinya berharap dapat menjadi yang terbaik se-Indonesia. Sebab apa yang berada di dalamnya, adalah informasi penting dan berharga tentang banyak hal khususnya satwa liar.

“Kami yakin dengan keikhlasan seorang Rahmat Shah, akan membawa dampak positif bagi Sumut. Apalagi kalau dari segi tiket, pendapatannya tidak akan cukup membiayai operasional galeri ini. Karenanya begitu banyak yang dibuat beliau tanpa pamrih,” ujar Gubernur yang mengaku sudah mengenal Rahmat Shah sejak lama sebagai seorang senior yang banyak memberikan nasehat.

Menurut Gubernur, kontribusi Rahmat Shah kepada Sumut patut diberi apresiasi. Bahkan hampir semua kiprah mantan anggota DPD RI itu membangun sesuatu, kerap kali membuahkan keberhasilan. Apalagi disebutkan Erry, ada rencana pembangunan Kebun Binatang di Kabupaten Serdang Bedagai sebagi sarana hiburan dan pendidikan bagi masyarakat selain kebun binatang yang ada.

Wakil Ketua DPD RI Prof Darmayanti Lubis dalam sambutannya singkat berharap di usia Rahmat Galeri dan Monumen Nasional Keadilan yang semakin bertambah ini, sang pendiri, Rahmat Shah tetap bisa terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Sumut.

“Saya tahu pak Rahmat tidak lagi muda seperti dulu. Karenanya saya berharap muncul ‘Rahmat-Rahmat’ lain yang bisa melanjutkan perannya di masa mendatang,” sebutnya.

Sementara Rahmat Shah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan mendoakan keberadaan dua ikon Sumut ini. Sebab keduanya dibangun atas dasar keikhlasan dan kebaikan serta persahabatan.

“Alhamdulillah setiap tahun kita peringati secara hikmad dan dihadiri tokoh penting seperti Gubernur. Sehingga dengan peringatan ini kita tidak menjadi bangsa yang carut marut dan terpecah. Akhirnya adalah untuk kebahagiaan dan kesejahteraan bangsa kita. Jadi dalam hidup ini jangan cerita menang kalah, mayoritas atau minoritas, karena yang terbaik adalah orang yang bisa membahagiakan semua pihak dan memberikan keadilan bagi semua,” jelasnya.

Acara peringatan tersebut juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Rahmat Shah yang diberikan kepada para tokoh undangan yakni Gubernur, Wakil Gubernur, Tuan Guru Besilam Syekh Hasyim Al Syarwani dan tokoh lainnya.

Sumber:sumutpaten.com

“Rahmat” Museum & Gallery Mendapat Penghargaan dari MURI

This slideshow requires JavaScript.

Bersama Ketua Museum Rekor Indonesia
( MURI ) Bapak Jaya Suprana

DR. H. Rahmat Shah Mendapat 5 Rekor MURI di Antaranya “Rahmat” Museum & Gallery

DR H Rahmat Shah memperoleh lima peng­har­ga­an dari Museum Rekor Indonesia (MU­RI).

Penyerahan penghargaan langsung diserahkan Ketua Umum MURI, Jaya Su­pr­ana pada halalbihalal dan silatu­rah­mi para pemegang rekor MURI se-Suma­tera Utara yang diselenggarakan di ‘Rahmat’ In­terna­tional Wild­life Museum & Gallery, Jalan S Parman, Me­dan, Jumat (22/7).

Lima penghargaan MURI yang diberi­kan kepada Rahmat Shah itu untuk kategori Monumen Nasional Keadilan Pertama di Dunia, Buku Biografi yang Mendapat Ta­ng­gapan dari Kepala Negara Nasional & In­ternasional, Tokoh serta Negarawan Ter­ba­nyak, “Rahmat” International Wildlife Mu­seum & Gallery sebagai Lembaga Kon­ser­vasi satu-satunya di Asia yang memiliki le­­bih dari 2000 spesies satwa yang kecil hi­­ngga yang terbesar dari berbagai negara.

Legend International Hall yang me­mi­liki ko­leksi pribadi para legendaris dan ma­estro dunia terbanyak yang ditanda­ta­ng­ani la­ng­sung di antaranya sepatu bola Pele & Be­c­kham, bola dan kaos yang di­­tan­da­ta­ng­ani seluruh pemain Manchester United dan pemain Brazil Squad 2006, sarung tinju Muhamad Ali, Holifield dan Mike Ty­son, baju kaos Zidane, Ronaldo dan Jack Nicklaus serta bintang film ter­ke­nal seperti Sean Connery, Pierce Bros­nan, Al Pacino, Robert De Niro, Sylvester Stallone, Jean Claude Van Damme, juga pe­ngusaha terkenal Donald Trum dan pem­balap F1 Michael Schumacher, serta kate­gori Pohon Palem tertinggi di Indone­sia yang diterima Wakil PT Unitwin Indo­ne­sia, H Sudarmaji.

Dalam sambutannya, Jaya Suprana meng­apresiasi pengabdian DR H Rah­mat Shah beserta keluarga dalam ber­kontribusi terhadap masyarakat, dae­rah juga nega­ra. Profil DR H Rahmat Shah menurutnya telah memberi pe­mahaman baru terhadap li­ngkungan. Ini­siatif mendirikan Rahmat Gallery sebagai Lembaga Konservasi me­ru­pakan niat mulia.

Pada penyerahan penghargaan itu tu­rut disak­sikan Wakil Walikota Me­dan Ir H Akhyar Nasution MSi, Wakil Di­rektur MU­RI, Wa­kil Ketua Umum dan Direktur Utama MU­RI Aylawati Sarwono, unsur Muspida Ko­ta Medan, para pemegang rekor MURI se-Su­mut, pengurus YPKMI, Tuan Guru Be­silam.­

Rahmat Gallery berikan Discount bagi pemilik TFC Premium

Bekerja sama dengan Tribun Medan, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery memberi penawaran menarik pada member atau pemilik Tribun Family Card (TFC) Premium. Member TFC Premium akan mendapkan voucher senilai Rp 10 ribu saat berkunjung ke museum.

Untuk diketahui TFC Premium merupakan Kartu Tribun Belanja Gratis yang berlaku di seluruh Indonesia. Ada puluhan merchant yang telah bergabung dan memberikan penawaran-penawaran istimewa khusus kepada member-nya.